log in

Login

Senin, 02 Januari 2017

RESUME BIMBINGAN DAN KONSELING

 Pengertian tentang bimbingan dan konseling secara singat dapat diuraikan satu persatu yaitu menurut etimologi, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata yaitu  “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”) dan “konseling”( diadopsi dari kata “counseling”). Kemudian secara terminologi, bimbingan berarti bantuan atau tuntunan atau pertolongan; tetapi tidak semua bantuan, tuntunan atau pertolongan berarti konteksnya bimbingan. sedangkan konseling menutut terminologi sangat beragam diartikan oleh beberapa pakar bimbingan dan konseling. Rumusan tentang konseling yang dikonsepsikan secara beragam dalam berbagai literatur bimbingan konseling, dimana konseling merupakan: (1) proses pertemuan tatap muka atau hubungan atau relasi timbal balik antara pembimbing (konselor) dengan klien (siswa), (2) dalam proses pertemuan atau hubungan timbal balik tersebut terjadi dialog atau pembicaraan yang disebut dengan wawancara konseling.
  Bimbingan dan konseling pertama kali di kenal oleh Frank Parson di Amerika pada tahun 1908 dan Jasse B. Davis memasukan layanan konseling di SMA pada tahun 1907. Bimbingan dan konseling pun semakin berkembang di bidang pendidikan dan adanya bimbingan dalam segi kepribadian yang di rintis oleh Jasse B. Davis. Bimbingan dan konseling di Indonesia mengalami beberapa perubahan nama yang terjadi pada tahun 1984, 1994 dan sekarang menjadi Bimbingan dan Konseling. Pada tahun 1962 BK sudah di bahas di Indonesia. Kemudian BK diresmikan di Indonesia pada tahun 1975, dan 2001 perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia pun semakin maju.
            Asas- asas bimbingan dan konseling terdiri dari sembilan asas yaitu, asas kerahasiaan, asas keterbukaan, asas kegiatan, asas kemandirian, asas kekinian, asas kedinamisan, asas kenormatifan, asas keahlian, asas alih tangan kasus dan asas Tut Wuri Handayani.
Fungsi Bimbingan dan Konseling itu terbagi menjadi empat fungsi yaitu, fungsi pemahaman, fungi pencegahan, fungsi penuntasan dan fungsi pemeliharan dan pengembangan. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling terbagi menjadi  yaitu prinsip umum dan prinsip khusus, yang mana prinsip umum akan membahas seputar tentang tingkah laku dan prinsip khusus akan membahas bimbingan yang berkenaan dengan sasaran layanan, masalah individu, program layanan dan pelaksanaan pelayanan.
Secara umum, bimbingan dan konseling bertujuan untuk mengembangkan diri individu secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.
Guru bimbingan dan konseling sebagai konselor sangat berperan dalam mengatasi perilaku menyimpang. Dengan memberikan layanan pendidikan moral atau agama yang cukup, karena dapat membentengi siswa dari hal-hal perilaku menyimpang. Guru bimbingan konseling wajib memberikan pendidikan seks bagi siswa karena sangat diperlukan agar siswa dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Guru bimbingan konseling meminta bantuan wali kelas agar pada saat perwalian dengan orang tua siswa, wali kelas menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya perhatian serta teladan dari orang tua kepada anak-anaknya. Hal tersebut sangat diperlukan oleh seorang siswa, agar mereka terhindar dari perilaku menyimpang.
Bimbingan karier adalah kegiatan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya sehingga dapat mengembangkan dirinya secara optimal agar dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberikan kepuasan. Bimbingan dan konseling terhadap karier siswa disekolah adalah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam mengambil keputusan, perencanaan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
 Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling terdiri dari sembilan layanan yaitu layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling individual, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan mediasi dan layanan konsultasi
Peran guru pembimbing pada dasarnya adalah membantu siswa  agar dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya melalui hubungan interpersonal yang akrab dan saling percaya. Salah satu peran yang dijalankan oleh guru pembimbing ialah harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Peran guru pembimbing yaitu, sebagai berikut: Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa, Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling, Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus, Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

Kegiatan-kegiatan pendukung bimbingan dan konseling terbagi menjadi empat yaitu,
1.      Aplikasi instrumentasi BK yaitu, mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik (klien), keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas.
2.      Himpunan data yaitu, menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3.      Konferensi kasus yaitu, membahas permasalahan yang dialami oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut
4.      Kunjungan rumah yaitu, upaya mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan individu atau siswa yang menjadi tanggung jawab pembimbing.
5.      Alih tangan kasus yaitu, kegiatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yabg dialami peserta didik (klien) dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya.
Syarat-Syarat yang harus dimiliki oleh seorang konselor ada empat yaitu:
1.      Kepribadian, seorang konselor harus memliki kepribadian yang baik agar terciptanya bimbingan yang efektif dan efisien.
2.      Pendidikan, seorang konselor harus memiliki pendidikan yang sesuai dengan profesinya yaitu, S1 atau D3 bimbingan dan konseling. Orang yang non pendidikan bimbingan dan konseling juga bisa menjadi konselor, tetapi harus mengikuti pelatihan tentang bimbingan dan konseling tersebut.
3.      Pengalaman, seorang konselor harus memiliki pengalaman yang luas tentang seputar bimbingan. karena dengan banyaknya pengalaman maka wawasannya akan semakin  bertambah dan optimal dalam melaksanakan pekerjaannya.
4.      Kemampuan, seorang konselor harus memiliki kemampuan, kompetensi dan keterampilan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan berdedikasi yang tinggi.
Teori konseling adalah konseptualisasi atau kerangka acuan berpikir tentang bagaimana  proses konseling berlangsung. Dengan berkembangnya teori-teori konseling serta psikologi mendorong pengembangan teori-teori pendekatan klasik, sehingga muncullah berbagai teori konseling yang sudah di ringas menjadi sembilan teori, yaitu; Teori Psikoanalisis, Teori Analisis Tansaksional (transactional analysis), Teori Behaviorisme, Teori Rational-Emotive Behaviot Therapy (REBT), Teori realitas, Teori Eksistensial-Humanistik, Teori Terapi Berpusat pada Klien (Client-Centered), Teori gestalt, danTeori elektik. Berdasarkan pendapat para ahli, pemahaman tentang teori – teori konseling sangat penting bagi konselor karena teori – teori konseling memberikan landasan pemahaman tentang proses konseling.

Tahap-tahap bimbingan dan konseling Islam adalah:
1.      Meyakinkan individu akan keberadaannya sebagai makhluk ciptaan Allah, keimanan yang benar sangat penting bagi keselamatan hidupnya di dunia dan akhirat. Ada hikmah dibalik musibah, ibadah, dan syariah yang ditetapkan Allah untuk manusia.
2.      Mendorong dan membantu individu memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara benar, sebagai jalan hidup. Untuk itu, individu perlu mengatur waktu dan energi untuk mempelajari agama Islam secara teratur dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan media.
3.      Mendorong dan membantu individu memahami dan mengamalkan iman, islam, dan ihsan dengan benar dan konsisten dalam  bentuk aktualisasi pilar iman, rukun Islam, dan ihsan dalam kehidupan sehari-hari.
Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling ada empat macam yaitu:
1.       Evaluasi Peserta Didik (raw-input) Untuk mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program bimbingan dan konseling maka pemahaman terhadap peserta didik (konseli) yang mendapat bimbingan dan konseling penting dan perlu.
2.      Evaluasi program pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah harus disesuaikan dengan pola dasar pedoman operasional pelayanan bimbingan dan konseling.
3.      Evaluasi Proses Untuk mewejudkan tujuan yang telah ditetapkan dalam program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, dituntut proses pelaksanaan bimbingan dan konseling yang mengarah pada tujuan yang diharapkan.
4.      Evaluasi Hasil Untuk memperoleh gambaran tentang keberhasilan dari pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah

Layanan pembelajaran/penguasaan konten merupakan bantuan yang diberikan kepada individu untuk menguasai kemampuan atau kompetensi  (konten) tertentu melalui kegiatan belajar. Tujuan umum layanan penguasaan konten adalah dikuasainya suatu konten tertentu bagi individu/klien untuk menambah wawasan dan pemahaman, mengarahkan penilaian sikap, menguasai cara-cara atau kebiasaan tertentu, untuk memenuhi kebutuhannya dan mengatasi masalah-masalahnya. Bentuk layanan pembelajaran meliputi bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir, dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak dan konselor dapat berperan melalui lembaga-lemabaga tersebut.

Jenis kegiatan bimbingan dan konseling mencakup empat bidang, yaitu:
1.      Bimbingan pribadi adalah layanan bimbingan konseling yang diberikan kepada individu untuk menemukan dan mengembangkan diri pribadinya sehingga menjadi pribadi yang mantap dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
2.      Bimbingan sosial adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada individu untuk mengenal lingkungannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang bertanggug jawab.
3.      Bimbingan belajar adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu untuk dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik, mengembangkan rasa ingin tahu dan menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
4.      Bimbingan karir adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada individu untuk dapat merencanakan dan mengembangkan masa depannya, berkaitan dengan dunia pendidikan maupun dunia karir.

Jenis evaluasi bimbingan dan konseling dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
a.       Evaluasi input adalah evaluasi terhadap komponen masukan dari suatu program.
b.      Evaluasi proses adalah evaluasi yang dilaksanakan terhadap proses berjalannya suatu program yang telah dijalankan.
c.       Evaluasi produk adalah evaluasi terhadap hasil/dampak yang timbul dari pelaksanaan suatu program Bimbingan dan Konseling.
Tindakan prefentif dan antisipatif terhadap gangguan mental dapat dibagi menjadi tiga tindakan yaitu:
1.     Usaha pencegahan (usaha preventif) adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
2.       Usaha pengobatan bertujuan untuk merawat dan mengobati anggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah kesehatan.
3.      Usaha rehabilitasi Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat dirumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama.
           Psikoterapis secara etimologi adalah “psyche” yang artinya jiwa dan “therapy” dari Bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”. Sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan sesorang”. Pelaksanaan psikoterapi yaitu mendengarkan, refleksi, saran, penjelasan dan penilaian, memberikan keterangan, memupuk keyakinan, mengajukan pertanyaan dan membuka diri. Tujuan psikoterapi adalah mengolah kepribadian klien agar mampu menyesuaikan dan merealisasikan dirinya sesuai dengan kodrat kemanusiaan
Pertumbuhan sosio-emosional adalah kepekaan anak untuk memahami perasaan orang lain ketika berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhnya prilaku-prilaku yang menyimpang pada anak didik banyak dilatarbelakangi oleh keluarga, lingkungan pergaulan dengan teman-teman bermainnya dan yang paling memegang peranan utama adalah keluarga. Dalam membantu menjaga stabilitas pertumbuhan anak didik konselor berusaha menggunakan berbagai macam cara ataupun metode agar pertumbuhan anak didik berjalan dengan baik dan terhindar dari prilaku yang menyimpang.
Orang tua dan guru sebagai konselor sangat berpengaruh terhadap psikologis perkembangan anak. Konselor juga dapat membantu terbentuknya kepribadian peserta didik, yang mengarah kepada hal yang positif kepada peserta didik. Tiga hal yang harus dilakukan konselor yaitu, menawan hati, tenang dalam menghadapi persoalan, mampu berempati secara mendalam.
Teknik-teknik bimbingan dan konseling terbagi menjadi 21 macam teknik yaitu, melayani (attending), empati, refleksi, eksplorasi, menangkap pesan utama (paraphrasing), bertanya untuk membuka percakapan (open question), bertanya tertutup (closed question), dorongan minimal (minimal encouragement), interpretasi, mengarahkan (directing), menyimpulkan sementara (summarizing), memimpin (leading), konrfontasi, menjernihkan (clarifying), memudahkan (facilitating), diam,  mengambil inisiatif, memberi nasihat, memberikan informasi, merencanakan dan menyimpulkan.
Menjaga, melindungi dan memberi terapi kepada anak adalah suatu hal yang harus kita lakukan kepada anak agar kita lebih bisa mengawasi dan memberi perlindungan kepada anak. Menjaga adalah mengasuh, mengawasi, memelihara, dan merawat. Dapat disimpulkan bahwa menjaga sama dengan mengawasi atau pengawasan. Kemudian, Melindungi adalah menjaga, merawat dan memlihara. Melindungi juga hampir sama dengan menjaga yaitu bila kita sudah menjaga berarti otomatis secara tidak sadar kita sudah melindungi. Langkah atau cara untuk melindungi anak:
a.       Bersikap terbuka untuk melihat kebaikan anak.
b.      Ciptakan suasana menarik bagi anak yang kurang bisa perhatian.
c.       Menggunakan pendekatan pribadi bagi yang belum bisa tertib.
d.      Jangan sungkan mengakui kesalahan di hadapan anak Minta maaf adalah sikap yang sangat mulia..
e.       Selalu mengingatkan kepada aturan yang jelas Ketika anak beberapa kali melanggar peraturan, kita harus tegas memberikan pilihan kepada anak.
f.       Berikan hukuman yang mendidik dengan tegas dan tetap menjunjung nilai kasih sayang.
macam-macam terapai yang diberikan kepada anak adalah terapi perilaku (behavioral therapy),terapi kognitif (cognitive therapy), terapi membaca (literary therapy), terapi bicara, terapi realitas, terapi eksistensial, terapi multimodal, terapi rasional emotif, terapi analisis transaksional. Masalah-masalah belajar tersebut dapat digolongkan atas:
a.       Sangat cepat dalam belajar, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki bakat akademik yang cukup tinggi.
b.      Keterlambatan akademik, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki intelegensi normal tetapi tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
c.       Lambat belajar, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki kemampuan yang kurang memadai.
d.      Penempatan kelas, yaitu murid-murid yang umur, kemampuan, ukuran, dan minat-minat sosial yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk kelas yang ditempatinya.
e.       Kurang motif dalam belajar, yaitu murid-murid yang kurang semangat dalam belajar, mereka tampak jera dan malas.
f.       Sikap dan kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu murid-murid yang kegiatan atau perbuatan belajarnya berlawanan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, belajar pada saat akan ujian saja.
Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata-rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal,cara untuk mengenali bakat anak bisa dilakukan  dengan observasi perilaku sehari-hari, tes bakat dan tes sidik jari. Adapun bakat yang dimiliki anak meliputi bakat lingistik, bakat musikal, bakat logis-matematis, bakat spasial, bakat kinestetik, bakat interpersonal, bakat intrapersonal. Ciri-ciri anak yang berbakat pada suatu hal adalah senang melakukan hal tersebut, dapat berkonsentrasi dalam melakukan hal tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki kemampuan yang tinggi pada bidang itu.. Peran orang tua dalam mengembangkan bakat anak adalah dengan memberi kesempatan,kreatifitas, arahkan, kepercayaan, reward dan relationship.  Sedangkan cara untuk menyalurkan bakat anak adalah dengan mengikutsertakan anak pada kegiatan-kegiatan yang mendukung bakatnya.
            Tahap bimbingan kelompok terbagi menjadi tiga yaitu, tahap permulaan (beginnig stage), tahap transisi (transition stage), tahap kegiatan (working stage) dan tahap pengakhiran (termination stage).
            Memberikan layanan dan penyaluran bakat perlu diperhatikan untuk mengembangkan bakat anak yaitu perhatian, motivasi, dukungan, pengetahuan, latihan, penghargaan, sarana, lingkungan, kerjasama dan teladan yang baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANDI MURDIYANSAH , lahir di Desa Pebuar Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 16 Juni 1996. Anak keempat dari lima bersaudar...