RESUME BIMBINGAN DAN
KONSELING
Pengertian tentang
bimbingan dan konseling secara singat dapat diuraikan satu persatu yaitu
menurut etimologi, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata yaitu “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”)
dan “konseling”( diadopsi dari kata “counseling”). Kemudian secara terminologi, bimbingan berarti bantuan atau
tuntunan atau pertolongan; tetapi tidak semua bantuan, tuntunan atau
pertolongan berarti konteksnya bimbingan. sedangkan konseling menutut
terminologi sangat beragam diartikan oleh beberapa pakar bimbingan dan
konseling. Rumusan tentang konseling yang dikonsepsikan secara beragam dalam
berbagai literatur bimbingan konseling, dimana konseling merupakan: (1) proses
pertemuan tatap muka atau hubungan atau relasi timbal balik antara pembimbing
(konselor) dengan klien (siswa), (2) dalam proses pertemuan atau hubungan
timbal balik tersebut terjadi dialog atau pembicaraan yang disebut dengan
wawancara konseling.
Bimbingan dan konseling pertama kali di kenal oleh Frank Parson
di Amerika pada tahun 1908 dan Jasse B. Davis memasukan layanan konseling di
SMA pada tahun 1907. Bimbingan dan konseling pun semakin berkembang di bidang
pendidikan dan adanya bimbingan dalam segi kepribadian yang di rintis oleh
Jasse B. Davis. Bimbingan dan konseling di Indonesia mengalami beberapa
perubahan nama yang terjadi pada tahun 1984, 1994 dan sekarang menjadi Bimbingan
dan Konseling. Pada tahun 1962 BK sudah di bahas di Indonesia. Kemudian BK
diresmikan di Indonesia pada tahun 1975, dan 2001 perkembangan bimbingan dan
konseling di Indonesia pun semakin maju.
Asas- asas bimbingan dan
konseling terdiri dari sembilan asas yaitu, asas kerahasiaan, asas keterbukaan,
asas kegiatan, asas kemandirian, asas kekinian, asas kedinamisan, asas
kenormatifan, asas keahlian, asas alih tangan kasus dan asas Tut Wuri
Handayani.
Fungsi Bimbingan dan Konseling
itu terbagi menjadi empat fungsi yaitu, fungsi pemahaman, fungi pencegahan,
fungsi penuntasan dan fungsi pemeliharan dan pengembangan. Prinsip-Prinsip
Bimbingan dan Konseling terbagi menjadi
yaitu prinsip umum dan prinsip khusus, yang mana prinsip umum akan
membahas seputar tentang tingkah laku dan prinsip khusus akan membahas
bimbingan yang berkenaan dengan sasaran layanan, masalah individu, program
layanan dan pelaksanaan pelayanan.
Secara umum, bimbingan dan
konseling bertujuan untuk mengembangkan diri individu secara optimal sesuai
dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan
dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (latar belakang
keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif
lingkungannya.
Guru bimbingan dan konseling
sebagai konselor sangat berperan dalam mengatasi perilaku menyimpang. Dengan
memberikan layanan pendidikan moral atau agama yang cukup, karena dapat
membentengi siswa dari hal-hal perilaku menyimpang. Guru bimbingan konseling wajib
memberikan pendidikan seks bagi siswa karena sangat diperlukan agar siswa dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Guru bimbingan konseling meminta
bantuan wali kelas agar pada saat perwalian dengan orang tua siswa, wali kelas
menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya perhatian serta teladan dari
orang tua kepada anak-anaknya. Hal tersebut sangat diperlukan oleh seorang
siswa, agar mereka terhindar dari perilaku menyimpang.
Bimbingan karier adalah kegiatan
bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari,
dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat dan
kemampuannya sehingga dapat mengembangkan dirinya secara optimal agar dapat
menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberikan kepuasan.
Bimbingan dan konseling terhadap karier siswa disekolah adalah membantu siswa
dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam mengambil keputusan,
perencanaan dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara
hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi dan seimbang
dengan dirinya dan lingkungannya.
Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling
terdiri dari sembilan layanan yaitu layanan orientasi, layanan informasi,
layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling
individual, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, layanan
mediasi dan layanan konsultasi
Peran guru pembimbing pada
dasarnya adalah membantu siswa agar dapat mengembangkan segenap potensi
yang dimilikinya melalui hubungan interpersonal yang akrab dan saling percaya.
Salah satu peran yang dijalankan oleh guru pembimbing ialah harus memiliki
pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Peran guru pembimbing yaitu,
sebagai berikut: Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada siswa, Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan
hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan
konseling, Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan
layanan bimbingan dan konseling, Berpartisipasi dalam kegiatan khusus
penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus, Membantu pengumpulan
informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan
konseling serta upaya tindak lanjutnya.
Kegiatan-kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling terbagi menjadi empat yaitu,
1. Aplikasi instrumentasi BK yaitu,
mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik (klien), keterangan
tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang lebih luas.
2. Himpunan data yaitu, menghimpun
data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan
secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
3. Konferensi kasus yaitu, membahas
permasalahan yang dialami oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang
dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan,
keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut
4. Kunjungan rumah yaitu, upaya
mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan individu atau
siswa yang menjadi tanggung jawab pembimbing.
5. Alih tangan kasus yaitu, kegiatan
untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yabg
dialami peserta didik (klien) dengan memindahkan penanganan kasus dari satu
pihak ke pihak lainnya.
Syarat-Syarat yang harus dimiliki
oleh seorang konselor ada empat yaitu:
1.
Kepribadian, seorang konselor harus memliki kepribadian yang baik agar
terciptanya bimbingan yang efektif dan efisien.
2.
Pendidikan, seorang konselor harus memiliki pendidikan yang sesuai dengan profesinya
yaitu, S1 atau D3 bimbingan dan konseling. Orang yang non pendidikan bimbingan
dan konseling juga bisa menjadi konselor, tetapi harus mengikuti pelatihan
tentang bimbingan dan konseling tersebut.
3.
Pengalaman, seorang konselor harus memiliki pengalaman yang luas tentang
seputar bimbingan. karena dengan banyaknya pengalaman maka wawasannya akan
semakin bertambah dan optimal dalam
melaksanakan pekerjaannya.
4.
Kemampuan, seorang konselor harus memiliki kemampuan, kompetensi dan
keterampilan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan berdedikasi yang
tinggi.
Teori konseling adalah
konseptualisasi atau kerangka acuan berpikir tentang bagaimana proses
konseling berlangsung. Dengan berkembangnya teori-teori konseling serta
psikologi mendorong pengembangan teori-teori pendekatan klasik, sehingga
muncullah berbagai teori konseling yang sudah di ringas menjadi sembilan teori,
yaitu; Teori Psikoanalisis, Teori Analisis Tansaksional (transactional
analysis), Teori Behaviorisme, Teori Rational-Emotive Behaviot Therapy (REBT),
Teori realitas, Teori Eksistensial-Humanistik, Teori Terapi Berpusat pada Klien
(Client-Centered), Teori gestalt, danTeori elektik. Berdasarkan pendapat para
ahli, pemahaman tentang teori – teori konseling sangat penting bagi konselor
karena teori – teori konseling memberikan landasan pemahaman tentang proses
konseling.
Tahap-tahap bimbingan dan konseling Islam adalah:
1. Meyakinkan individu akan keberadaannya sebagai makhluk
ciptaan Allah, keimanan yang benar sangat penting bagi keselamatan hidupnya di
dunia dan akhirat. Ada hikmah dibalik musibah, ibadah, dan syariah yang
ditetapkan Allah untuk manusia.
2. Mendorong dan membantu individu memahami dan
mengamalkan ajaran Islam secara benar, sebagai jalan hidup. Untuk itu, individu
perlu mengatur waktu dan energi untuk mempelajari agama Islam secara teratur
dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan media.
3. Mendorong dan membantu individu memahami dan
mengamalkan iman, islam, dan ihsan dengan benar dan konsisten dalam bentuk aktualisasi pilar iman, rukun Islam,
dan ihsan dalam kehidupan sehari-hari.
Evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling ada empat macam yaitu:
1. Evaluasi Peserta Didik (raw-input) Untuk mengadakan evaluasi terhadap
pelaksanaan program bimbingan dan konseling maka pemahaman terhadap peserta
didik (konseli) yang mendapat bimbingan dan konseling penting dan perlu.
2. Evaluasi program pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah harus disesuaikan
dengan pola dasar pedoman operasional pelayanan bimbingan dan konseling.
3. Evaluasi Proses Untuk mewejudkan tujuan yang telah ditetapkan dalam program pelayanan
bimbingan dan konseling di sekolah, dituntut proses pelaksanaan bimbingan dan
konseling yang mengarah pada tujuan yang diharapkan.
4. Evaluasi Hasil Untuk memperoleh gambaran tentang keberhasilan dari
pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah
Layanan pembelajaran/penguasaan konten merupakan
bantuan yang diberikan kepada individu untuk menguasai kemampuan atau
kompetensi (konten) tertentu melalui kegiatan belajar. Tujuan umum
layanan penguasaan konten adalah dikuasainya suatu konten tertentu bagi
individu/klien untuk menambah wawasan dan pemahaman, mengarahkan penilaian
sikap, menguasai cara-cara atau kebiasaan tertentu, untuk memenuhi kebutuhannya
dan mengatasi masalah-masalahnya. Bentuk layanan pembelajaran meliputi bidang
pribadi, sosial, belajar, dan karir, dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak dan
konselor dapat berperan melalui lembaga-lemabaga tersebut.
Jenis kegiatan bimbingan dan konseling mencakup empat bidang,
yaitu:
1.
Bimbingan
pribadi adalah layanan bimbingan konseling yang diberikan kepada individu untuk
menemukan dan mengembangkan diri pribadinya sehingga menjadi pribadi yang
mantap dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
2.
Bimbingan
sosial adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada individu untuk mengenal
lingkungannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi
yang bertanggug jawab.
3.
Bimbingan
belajar adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu
untuk dapat membentuk kebiasaan belajar yang baik, mengembangkan rasa ingin
tahu dan menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
4.
Bimbingan
karir adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada individu untuk dapat
merencanakan dan mengembangkan masa depannya, berkaitan dengan dunia pendidikan
maupun dunia karir.
Jenis evaluasi bimbingan dan konseling dapat dibagi menjadi tiga macam,
yaitu:
a.
Evaluasi input adalah
evaluasi terhadap komponen masukan dari suatu program.
b.
Evaluasi proses adalah
evaluasi yang dilaksanakan terhadap proses berjalannya suatu program yang telah
dijalankan.
c.
Evaluasi produk adalah
evaluasi terhadap hasil/dampak yang timbul dari pelaksanaan suatu program
Bimbingan dan Konseling.
Tindakan
prefentif dan antisipatif terhadap gangguan mental dapat dibagi menjadi tiga
tindakan yaitu:
1.
Usaha
pencegahan (usaha preventif) adalah sebuah usaha yang dilakukan individu dalam
mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
2.
Usaha pengobatan bertujuan untuk merawat dan mengobati
anggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah kesehatan.
3.
Usaha rehabilitasi Merupakan upaya
pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat dirumah, maupun
terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama.
Psikoterapis secara etimologi adalah “psyche” yang artinya jiwa dan
“therapy” dari Bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”. Sehingga psikoterapi
dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan sesorang”.
Pelaksanaan psikoterapi yaitu mendengarkan, refleksi, saran, penjelasan dan
penilaian, memberikan keterangan, memupuk keyakinan, mengajukan pertanyaan dan
membuka diri. Tujuan psikoterapi adalah mengolah kepribadian klien agar mampu
menyesuaikan dan merealisasikan dirinya sesuai dengan kodrat kemanusiaan
Pertumbuhan
sosio-emosional adalah kepekaan anak untuk memahami perasaan orang lain ketika
berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Tumbuhnya prilaku-prilaku yang
menyimpang pada anak didik banyak dilatarbelakangi oleh keluarga, lingkungan
pergaulan dengan teman-teman bermainnya dan yang paling memegang peranan utama
adalah keluarga. Dalam membantu menjaga stabilitas pertumbuhan anak didik
konselor berusaha menggunakan berbagai macam cara ataupun metode agar
pertumbuhan anak didik berjalan dengan baik dan terhindar dari prilaku yang
menyimpang.
Orang tua dan
guru sebagai konselor sangat berpengaruh terhadap psikologis perkembangan anak.
Konselor juga dapat membantu terbentuknya kepribadian peserta didik, yang
mengarah kepada hal yang positif kepada peserta didik. Tiga hal yang harus
dilakukan konselor yaitu, menawan hati, tenang dalam menghadapi persoalan,
mampu berempati secara mendalam.
Teknik-teknik bimbingan dan konseling terbagi menjadi 21 macam
teknik yaitu, melayani (attending), empati, refleksi, eksplorasi,
menangkap pesan utama (paraphrasing), bertanya untuk membuka percakapan (open
question), bertanya tertutup (closed question), dorongan minimal (minimal
encouragement), interpretasi, mengarahkan (directing), menyimpulkan sementara
(summarizing), memimpin (leading), konrfontasi, menjernihkan (clarifying),
memudahkan (facilitating), diam,
mengambil inisiatif, memberi nasihat, memberikan informasi, merencanakan
dan menyimpulkan.
Menjaga, melindungi dan memberi terapi kepada anak adalah suatu hal
yang harus kita lakukan kepada anak agar kita lebih bisa mengawasi dan memberi
perlindungan kepada anak. Menjaga adalah mengasuh, mengawasi, memelihara, dan
merawat. Dapat disimpulkan bahwa menjaga sama dengan mengawasi atau pengawasan.
Kemudian, Melindungi adalah menjaga, merawat dan memlihara. Melindungi juga
hampir sama dengan menjaga yaitu bila kita sudah menjaga berarti otomatis
secara tidak sadar kita sudah melindungi. Langkah atau cara untuk melindungi
anak:
a.
Bersikap
terbuka untuk melihat kebaikan anak.
b.
Ciptakan
suasana menarik bagi anak yang kurang bisa perhatian.
c. Menggunakan pendekatan pribadi bagi yang belum bisa tertib.
d. Jangan sungkan mengakui kesalahan di hadapan anak Minta maaf adalah
sikap yang sangat mulia..
e. Selalu mengingatkan kepada aturan yang jelas Ketika anak beberapa
kali melanggar peraturan, kita harus tegas memberikan pilihan kepada anak.
f. Berikan hukuman yang mendidik dengan tegas dan tetap menjunjung
nilai kasih sayang.
macam-macam terapai yang diberikan kepada anak adalah terapi
perilaku (behavioral therapy),terapi kognitif (cognitive therapy), terapi
membaca (literary therapy), terapi bicara, terapi realitas, terapi
eksistensial, terapi multimodal, terapi rasional emotif, terapi analisis
transaksional. Masalah-masalah belajar tersebut dapat digolongkan atas:
a.
Sangat
cepat dalam belajar, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki bakat akademik
yang cukup tinggi.
b.
Keterlambatan
akademik, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki intelegensi normal tetapi
tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
c.
Lambat
belajar, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki kemampuan yang kurang
memadai.
d.
Penempatan
kelas, yaitu murid-murid yang umur, kemampuan, ukuran, dan minat-minat sosial
yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk kelas yang ditempatinya.
e.
Kurang
motif dalam belajar, yaitu murid-murid yang kurang semangat dalam belajar,
mereka tampak jera dan malas.
f.
Sikap
dan kebiasaan buruk dalam belajar, yaitu murid-murid yang kegiatan atau
perbuatan belajarnya berlawanan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya,
seperti suka menunda-nunda tugas, belajar pada saat akan ujian saja.
Bakat
adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata-rata
yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai
hasil yang maksimal,cara untuk mengenali bakat anak bisa
dilakukan dengan observasi perilaku sehari-hari, tes bakat dan tes
sidik jari. Adapun
bakat yang dimiliki anak meliputi bakat lingistik, bakat musikal, bakat
logis-matematis, bakat spasial, bakat kinestetik, bakat interpersonal, bakat
intrapersonal. Ciri-ciri
anak yang berbakat pada suatu hal adalah senang melakukan hal tersebut, dapat
berkonsentrasi dalam melakukan hal tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi dan
memiliki kemampuan yang tinggi pada bidang itu.. Peran orang tua dalam mengembangkan bakat
anak adalah dengan memberi kesempatan,kreatifitas, arahkan, kepercayaan, reward
dan relationship. Sedangkan cara untuk
menyalurkan bakat anak adalah dengan mengikutsertakan anak pada
kegiatan-kegiatan yang mendukung bakatnya.
Tahap
bimbingan kelompok terbagi menjadi tiga yaitu, tahap permulaan (beginnig
stage), tahap transisi (transition stage), tahap kegiatan (working stage) dan
tahap pengakhiran (termination stage).
Memberikan
layanan dan penyaluran bakat perlu diperhatikan untuk mengembangkan
bakat anak yaitu perhatian, motivasi, dukungan, pengetahuan, latihan,
penghargaan, sarana, lingkungan, kerjasama dan teladan yang baik.