
Minggu, 05 Desember 2021
Kamis, 14 Oktober 2021
MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELUR?
Nama : Andi Murdiyansah
Pertemuan : 5
Gelombang : 21
Tanggal : 13 Oktober 2021
Tema : Menulis Semudah Ceplok Telur
Narasumber : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H
Menariknya materi malam ini, menjadikan
pembahasannya sedikit berbeda dari biasanya. Menulis semudah Ceplok telur? Hahaa....“tuk byaaarr...telur di ketuk, msuk
penggorengan dan siap disajikan. Tanpa harus ribet untuk membuatnya”. Jelas
bu lilis.Quote beliau, semangat menulis untuk para pemula. Ibu lilis sang
narasumber inspiratif dari perbatasan NTT, punya banyak prestasi yang tidak perlu
diragukan. Guru Pkn yang kesehariannya sibuk mengajar, masih menjadi inspirasi
banyak kaula muda di usia yang tidak muda lagi. Wajar saja hobinya adalah
membaca, menulis dan traveling. Tentu menulis bukan suatu hal yang asing lagi
bagi beliau.
Jika kau bukan anak Raja, maka menulislah (Imam Ghazali), kalimat tersebut patut kita renungkan bagi yang punya cita-cita seorang penulis. Terkesan sederhana sih, tapi memang benar adanya. Ketika kita mau dikenal dan dikenang anak cucu kita serta banyak orang, maka hal yang paling tepat adalah dengan meninggalkan jejak karya, salah satunya dengan tulisan (buku) atau sekedar untuk catatan/blog pribadi. Menulis itu seperti narkoba, dapat membuat candu. Semakin banyak karya yang kita miliki, maka semakin besar potensi kecanduan untuk menulis.
![]() |
| sumber : WAG gel 21 |
Menurut Al-Quran dan Hadits, mengapa kita
harus menulis ? Imam Asy-Sya’bi pernah berkata “apabila engkau mendengar
sesuatu, tulislah sekalipun di tembok”. Imam Syafi’i juga pernah bertutur “ilmu
adalah buruan dan tulisan adalah kijang. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan lepas
begitu saja.
Ilmu itu kita umpamakan seperti hewan buruan (kijang), jika tidak ada ikatan
yang kuat tentu akan lepas. Begitu juga apabila ilmu tidak ditulis maka akan
hillang atau tidak ingat lagi, karena daya ingat manusia menurun. Dalam Q.S
Al-Baqarah: 282) Allah Swt. Juga sudah
pernah mengingkatkan kita untuk menulis/mencatat
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang pi-utang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk me-nuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hen-daklah dia menuliskan.... “ (Q.S Al-Baqarah: 282).
Menjadi penulis itu ibarat kisah sebatang
pensil yang dikisahkan Paulo Coelho. 1.)
Pensil digerakkan oleh tangan manusia;
mulailah dengan berdoa sebelum menulis, sebab ada tangan Tuhan yang selalu
membimbing ketika kita menulis. Tulisan yang diawali do’a akan menghasilkan
ilmu yang bersumber dari hati yang suci dan bersih dan akan diterima oleh hati
yang bersih pula. 2.) Ketika pensil tumpul kita perlu
meruncingnya, dalam menulis kita akan banyak menjumpai kesulitan,
penderitaan dan kesusahan. Kita perlu menajamkan pikiran. Ketika tumpul, pensil
harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tidak ada ide, maka beristirahatlah
dan tutuplah laptop.
3.) Ada penghapus yang siap memperbaiki tulisan yang salah, dalam hidup jika melakukan kesalahan tentu ada jalan untuk betaubat. Begitu
pula dalam menulis, kalau ada salah tentu kita masih bisa memperbaikinya. 4.) pensil yang digunakan untuk menulis
bagian dalamnya. Manusia dilihat
dari dalam hatinya, begitu pula dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah
bagian dalamnya. Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita,
jika menulis dari hati, maka akan diterima oleh pembacanya dari hati pula. 5.) Setiap tulisan kita akan berdampak, belajar
dari pensil akan selalu meninggalkan goresan, tinggalkan jejak dalam setiap tulisan
kita dengan yang baik dan memberikan inspiratif kepada setiap pembacanya.
Dari pembahasan malam ini dapat kita
simpulkan bahwa menulis itu seperti
ceplok telur, artinya mudah untuk dilakukan dan tidak sesulit yang kita
bayangkan. Menulislah setiap hari, rasakan apa yang terjadi. Menulis tidak akan
berdampak apa-apa jika kita tidak memiliki komitmen untuk berlatih menulis
setiap hati. Lalu apa yang harus kita lakukan? “mulailah dengan menuliskan
hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaan kita sendiri”.
Andi Murdiyansah
Selasa, 12 Oktober 2021
MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH
Nama : Andi
Murdiyansah
Pertemuan : 4
Gelombang : 21
Tanggal : 11 Oktober
2021
Tema : Menulis Buku
dari Karya Ilmiah
Narasumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
![]() |
| Grup WAG belajar menulis gel 21 |
Menumbuhkan
semangat belajar menulis ditengah aktivitas yang padat merupakan satu hal yang
tidak biasa bagi banyak orang. “ berada Di komunitas ini bukanlah suatu
kebetulan, melainkan ada rencana besar yang sudah Allah siapkan untuk kita”
jelas ibu Rosminiyati, moderator energik dari pangkalpinang. Tanpa terasa Malam
ini sudah masuk pertemuan ke-4 belajar menulis di gel 21, suguhan materi yang
luar biasa dari narasumber, ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. beliau akan
berbagi materi tentang “Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.
Sedikit
wejangan dari ibu Nora sebelum mengawali materi, awal cerita ibu Nora menulis
sebuah buku, sama seperti yang kita lakukan sekarang, belajar menulis dan
gabung di kelas BM om Jay. Setiap malam selalu mendapatkan suguhan materi yang
begitu nikmat dari para narasumber. Salah satu materi yang paling diingat ibu
Nora pada saat ibu Hati menjelaskan materi menulis buku dari PTK, pikiran ibu
Nora terbuka “ternyata bisa ya bikin buku
dari karya ilmiah ?” tanpa pikir panjang ibu Nora langsung mempraktikan ilmunya.
Tiga
proses menulis buku dari karya ilmiah yang dijelaskan ibu Nora,
1.
Ubah
Judul
Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek
penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh Judul
Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk
meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA. kalau di rubah
menjadi buku maka judulnya Kiat Menulis
Modul Berbasis Riset. Contoh lainnya best practice, “Efektivitas Pembelajaran
Berbasis Gamifikasi pada Peningkatan Aktivitas dan Minat Belajar Siswa”. Ketika
dikonversi menjadi judul buku menjadi, “Gamifikasi, membuat belajar seasyik
bermain games”
Berdasarkan contoh judul diatas objek atau fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan/pembuatan modul. Jadi kalau diganti menjadi judul buku, maka kita cukup menyesuaikan dengan fokus penelitian. Cari judul yang populer Seperti, Kiat, Jurus, Strategi, Cara Sukses dll.
2.
Ubah
Daftar Isi
Beberapa karya ilmiah daftar isi Biasanya berupa:
·
BAB 1 Pendahuluan Berisi Latar Belakang
Masalah, Tujuan, Manfaat, Batasan Masalah
·
BAB 2 Landasan Teori
·
BAB 3 Metode Penelitian yang Berisi Rumus
Statistika
·
BAB 4 Hasil dan Pembahasan
·
BAB 5 Penutup yang Berisi Kesimpulan dan
Saran.
Boleh mengembangka materi BAB 2 di KTI, Sebagai contoh BAB
2 KTI yang merupakan landasan teori berisi :
2.1.
hasil belajar
2.2.
media pembelajaran
2.3.
Modul
2.4.
metode pembelajaran
2.5
pembelajaran berbasis riset
Seandainya
di jadikan sebuah buku, maka dapat dibuat beberapa BAB, yaitu :
BAB
2 TEORI BELAJAR
2.1.
belajar
2.2.
permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
BAB 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1.
Pengertian media
3.2.
jenis media
3.3.
manfaat media
BAB 4 MENGENAL MODUL
4.1.pengertian
modul
4.2.
karakteristik modul
4.3.sistematika
modul
4.4.
kelebihan modul
Hanya dengan BAB 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa BAB dalam buku. Intinya, perbanyak penjelasan teori dari BAB 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di BAB 3 karya ilmiah.
3.
Ubah
Sedikit Isi Karya Ilmiah
Hilangkan kata-kata penelitian, laporan PTK, laporan
skripsi yang biasa terdapat di karya ilmiah. Dapat menyajikan grafik, asal jangan
terlalu banyak. Cukup yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan,
ubah dalam bentuk kalimat. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi
buku harus dapat membedakan dengan versi
laporan.
Susunan dan gaya tulisan bebas, sebab setiap penulis
memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan
penguasaan kosa kata. Semakin paham penulis maka akan semakin oke buku yang dia
tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian
literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar
pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi
karya ilmiah kita diubah menjadi buku.
Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi
seperti Kemendikbud.go.id Jurnal ilmiah,
e book, atau karya ilmiah lainnya. Jangan menggunakan daftar pustaka berupa
blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya. Kita dapat
memberikan ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang kita lakukan
agar pembaca yakin bahwa kita benar-benar telah melakukan penelitian.
4.
Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman
format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan
aturan Penerbit
Sebelum mengkonversi karya Ilmiah yang bapak kita miliki,
tentukan fokus/topik yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah
pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah
maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu.
Dengan
demikian, membuat buku dari karya ilmiah
bukan mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang
sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self
plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang
ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI
aslinya.
Agar
karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam
bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih
baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita
dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah
karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan
bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga
tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.
Dapat
kita simpulkan bahwa KTI yang sudah ditulis dengan susah payah dapat diubah
menjadi buku yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Langkah-langkah
menyusun buku dari KTI menjadi lebih mudah jika mengikuti langkah-langkah yang
sudah disajikan.
Pangkalpinang, 11 Oktober 2021
Andi
Murdiyansah
Guru
Pembelajar
Jumat, 08 Oktober 2021
RAHASIA MENULIS
Nama : Andi
Murdiyansah
Pertemuan : 3
Gelombang : 21
Tanggal : 08 Oktober
2021
Tema : Membongkar
Rahasia Menulis Hingga menerbitkan buku
Narasumber : Rita Wati, S.Kom
Apakah kita tau, hal apa yang paling sulit dalam menulis hingga bisa menerbitkan sebuah buku ?
“Mungkin
mengawalinya yang paling sulit ? atau rasa malas yang masih menghantui”. “Ah..
sudahlah! gumamku dalam hati. Dinginnya udara di sudut-sudut kontrakan Gg. Cenderawasih
menemani pelatihan menulis malam ini.
Menjawab
keresahan terkait membongkar rahasia menulis, tentu materi malam ini sangat
menarik untuk disimak dan ditemani seorang narasumber hebat, ibu Rita Wati,
S.Kom. dan di dampingi moderator keren bapak Dail Ma’ruf akan mengupas materi Membongkar Rahasia Menulis Hingga
Menerbitkan Buku “
Satu
kalimat yang disampaikan ibu Rita membuka pikiran dan ingatanku untuk lebih
produktif dalam menulis “tulislah apa
yang ada dipikiran kita” Sebelum membahas materi, bu Rita menjelaskan point
penting dalam menulis, yaitu :
·
Tuangkan semua ide menulis, jangan pernah di
tunda ketika ide itu datang
·
Awali menulis mulai 100 kata kemudian
meningkat 150 kata, naik lagi menulis pentgraf
·
Lakukan setiap hari
·
Buat peta konsep atau TOC jika tulisan yang
kita buat mau dijadikan sebuah buku
· Mulailah join menulis buku antologi (menumbuhkan kepercayaan diri)
Ibu
Rita juga menjelaskan 6 point rahasia menulis yaitu, kuasai diri sendiri, baca
buku-buku terbaik, tulis semua ide yang muncul hingga tuntas, berlatih menulis
setiap hari, buat peta konsep dan tidak takut menunjukkan gagasan baru.
Tanpa
kita sadari banyak masalah dalam menulis yang menjadi hambatan bagi seorang
pemula. senada yang disampaikan narasumber kita malam ini, bahwa terdapat 6 masalah penulis pemula yakni susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai
kata, menunda-nunda, tidak percaya diri dan merasa tulisannya jelek. Menurut
ibu Rita selaku narasumber cara untuk mengatasi permasalahan diatas cukup
simple yaitu menulis dan membaca.
Setelah
menyimak materi ibu rita, aku menemukan banyak hal terkait dunia tulis
menulis, seperti motivasi dalam menulis, kreteria penilaian yang harus
diketahui seorang penulis, rahasia sukses dan permasalahan dalam menulis. Pembahasan malam ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis merupakan
kegiatan yang harus dibiasakan dan dilakukan secara terus menerus tidak mengenal rasa lelah.
Diakhiri kutipan inspiratif dari ibu rita di sela menutup belajar menulis malam ini yang dapat
menggugah semangat kita dalam menulis, “nothing is imposible in this world what we look upon today, tomorrow may be acomplished fact"
Pangkalpinang,
08 Oktober 2021
Andi
Murdiyansah
Guru
Pembelajar
Rabu, 06 Oktober 2021
Kembali Menulis
Pertemuan : 2
Gelombang : 21
Tema : trik Cepat Menulis Resume di Blog
Narasumber : Maesaroh, M.Pd
Rabu
malam yang sunyi, ku paksa diri ini untuk merangkai kata demi mewujudkan
bait-bait mimpi yang sempat terkubur yaitu “menulis”. Kelas 2 SMA aku sudah
terbiasa menulis di blogspot sejak Oktober 2013-2017. Pada akhirnya menemukan
kembali wadah yang tepat untuk mengasah kemampuanku menulis bersama tim om Jay.
Materi
yang luar biasa di disampaikan oleh ibu mae malam hari ini, membuat semangat
menulis kembali bangkit. Tiba saatnya jam dinding menunjukkan pukul 19.00 wib
pelatihan menulispun segera dimulai, aku sempat kewalahan membagi waktu, sebab ada
2 kegiatan yang bersamaan.
Ibu mae
menjelaskan trik cepat menulis resume di Blog, ditengah kesibukan sebagai
seorang pendidik, banyak pencapaian luar biasa yang sudah di raih ibu mae dalam
dunia penulisan patut kita apresiasi.
sebait
kalimat yang disampaikan bu mae “bisa ala biasa” wow....semangat ku
makin membara!
Ibu mae
menjelaskan mengapa kita perlu cepat menulis resume, Berkaca dari pengalaman
beliau bahwa seorang bloger pemula, perlu mengenalkan aroma tulisan pada khalayak
ramai, kemudian menyiapkan beberapa hal piranti digital seperti smarphone untuk
menyimak materi dan PC untuk membuat resumenya .
Untuk
menjadi penulis yang handal, kita perlu mengubah pola pikir agar tulisan yang
kita buat banyak peminatnya. Seorang penulis tentu memiliki karakter tersendiri
yang tidak dimiliki orang lain. Lain halnya dengan Tere Lie sesok penulis yang
terkenal, tanpa disuruh penggemarnya sudah mengunggu tulisannya. Ibu mae juga mengingatkan
kita dalam menulis agar dapat menyelipkan sebuah kutipan.
Beberapa
poin penting yang dapat aku simpulkan dari pembahasan ibu mae malam ini,
Pertama, biasakan
duduk 10 menit sebelum materi dimulai.
Kedua, selama
waktu menunggu, usahakan membuat kerangka paragraf pembuka dengan kaliamat yang
puitis dan ditutup dengan paragraf kalimat motivasi.
Ketiga, buatlah resume
dengan kaliamat yang pendek. Pembaca cenderung bosan dengan kalimat yang
panjang.
Keempat, menulis
pernyataan narasumber dengan memberikan tanda kutip nama beliau.
Materi
yang luar biasa disampaikan bu mae membuatku semakin tertarik didunia tulisan.
Lakukan
dengan senang hati, jangan kecewa atas kegagalan. Jangan menyerah “saya tak sanggup, saya tidak bisa” tapi
cobalah. Karena dengan mencoba anda akan merasakan sensasi semangat yang luar
biasa, ucap bu mae di penghujung belajar
menulis malam ini.
pangkalpinang, 6 Oktober 2021
Andi Murdiyansah
Guru Pembelajar
ANDI MURDIYANSAH , lahir di Desa Pebuar Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 16 Juni 1996. Anak keempat dari lima bersaudar...
-
Pertemuan : 2 Gelombang : 21 Tema : trik Cepat Menulis Resume di Blog Narasumber : Mae...












