TURKI USMANI
Disusun Oleh:
Andi Murdiyansah
Nim: 1511015
Pendiri
kerajaan turki usmani adalah bangsa turki dari kabilah oghuz yang mendiami
daerah mongol dan daerah utara negeri cina.dalam jangka waktu tiga abad, mereka
pindah keturkistan kemudian ke Persia dan irak. Mereka masuk islam sekitar abad kesembilan atau kesepuluh,ketika
mereka menetap di asia tengah. Di bawah serangan mongol pada abad ke 13 M,
mereka melarikan diri ke daerah barat
dan mencari tempat pengungsian di tengah tengah saudara saudara mereka,orang
orang turki saljuk, di dataran tinggi asia kecil, di pimpinan ertoghrul, mereka
mengabdikan kepada sultan alauddin II, sultan Seljuk yang kebetulan sedang
berperang melawan bizantium. Atas berkat mereka sultan alauddin meraih
kemenangan dan menghadiahkan sebidang tanah di asia kecil berbatasan dengan
bizantium, sejak itu mereka terus mimbina wilayah barunya dan memilih kota syukud
sebagai ibu kotanya(Yatim,2011:129). Ertoghrul mempunyai seorang putra yang
bernama usman yang di perkirakan lahir tahun 1258. Nama usman diambil sebagai
nama kerajaan turki usmani. Ertoghrul
meninggal pada tahun 1280. Usman ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai
pemimpin suku bangsa turki atas persetujuan sultan saljuk, merasa gembira
karena pemimpin baru itu dapat meneruskankan kepemimpinannya pendahulunya.
Sultan banyak memberi hak istimewa kepada usman dan mengangkatnya menjadi
gubernur dengan gelar bey di belakang namanya. Usman juga di perbolehkan
mencetak uang sendiri dan didoakan dalam khutbah jum’ah. Sebagian ahli
menyebutkan bahwa usman anaknya sauji.
Sauji itulah anak erthogrol, sehingga usman bukan anaknya melainkan
cucunya. Ia meninggal dalam perjalanan pulang sehabis memohon kepada sultan saljuk atas perintah ayahnya,
ertoghrol, untuk tiinggal menetap di wilayahnya. Permohonan itu dikabulkan oleh
sultan. Makanya, erthogrol ketika menerima berita itu sedih bercampur gembira.
Sedih karena anaknya meninggal, dan gembira Karena permohonannya untuk menetap
diwilayahnya saljuk itu dikabulkan oleh sultan.(mughni, 1997:51-52).Usman
memerintah antara tahun 1290 M dan 1326 M. pada tahun 1300 M, bangsa mongol
menyerang kerajaan Seljuk dan sultan
alauddin terbunuh. Kerajaan Seljuk rum ini kemudian terpecah dalam beberapa
kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itu kerajaan
usman dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya usman yang sering disebut juga
usman I.Usman I mengumumkan dirinya sebagai padisyah
al usman ( raja besar keluarga usman ) tahun 699 H (1300 M), setapak demi
setapak wilayah yang di peluasnya. Ia menyerang
daerah perbatasan bizantium dan menaklukan kota broessa tahun 1317 M,
kemudian, tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa
pemerintahan orkhan (726H/1326 M – 761H/1359 M) kerajaan turki usmani ini dapat
menaklukkan azmir (smirna) tahun 1327 M, thawasyanli (1330 M), Uskandaar (1338
M), Ankara (1354 M), dan Gallipoli (1356 M) daerah ini adalah sebagai benua
eropa yang pertama kali duduki usmani. (Yatim, 2011: 130-131).Sultan muad naik
tahta pada tahun 1359. Di samping
meluaskan wilayah ke eropa, sultan yang baru juga menaklukkan wilayah di asia
kecil sampai ke Ankara. Negeri –negeri bekas wilayah saljuk ditundukkan.
Adrianopel di daratan eropa ditaklukkan pula. Kota itu dijadikan ibu kota usmani dan diganti dengan Edirne
karena letaknya yang strategis. Melihat kesuksesan yang dilakukan oleh usmani itu, maka raja
raja Kristen eropa memohon kepada paus
di roma untuk mengumpulkan pasukan guna menahan laju pasukan usmai.
Tetapi pasukan sekutu dari eropa itu dapat dikalahkan oleh murad dengan
serangan di malam gelap yag tidak terduga sebelumnya.Serangan yang
menentukan terjadi di kossovo tahun
1389. Pasukan slavia dan servia (serbia) dapat dipukil mundur dan dihancurkan
oleh pasukan murad.Sultan bayazid naik tahta tahun 1389. Ia mendapat gelar
yaldirin dan yaldrum, yang berarti kilat, karena terkenal dengan serangan
serangan yang cepat terhadap lawannya. Di masanya terjadi perang besar antara pasukan usmani melawan tentara sekutu eropa yang
dimenangkan oleh pasukan usmani. Bayazid tidak gentar menghadapi pasukan sekutu
dibawah panjuran paus dan bahkan menghancurkan
pasukan salib. Pertempuran itu terjadi pada tahun 1396.(mughni,
1997:55).Negara yang dipimpin oleh Osman pendiri dinasti di akhir abad ke-13,
pada awalnya hanyalah salah satu bagian terkecil dari pemerintahan Turkish
darinanatolia. Militer berhasil dibalkam membuka jalan kekuasaan di asiamkecil, penaklukan
konstantinopel (1453 M) – berakhirnya kerajaan Byzantium – penaklukan Syria dan
mesir (1516 - 1517) berakhirnya kekuasaan mamluk – adalah fase di mana usmani
memunculkan kekuasaan di timur dekat, kekuasaan yang merangkum seluruh daerah
arab klasik – kebudayaan islam. Hierarki kemampuan dan organisasi pemerintah
dicontohkan pada penerus saljuk dan mamluk. Karakteristik institusi usmani
termaksuk kasta kepemimpinan kaum elite ( Osman di bawah kepemimpinan dinasti
usmani ), perawatan militer kaum elite melalui pembelian dan pengiriman budak
(dari Balkan), administrasi provinsi berdasarkan pada berbagai macam bentuk
kepemilikan tanah dan pajak peternakan, dan dengan ini meninggalkan pemikiran
bahwa pemerintahan dan ummah adalah
satu, disebut wahdah islamiyah.setelah puncak kekuasaan dimulai dengan manifestasi
kejutaan di dalam struktur bagian dala
pemerintahan. Dari paruh kedua abad ke-16, perluasan kekuasaan pegawai utama
membawa kepada kekuasaan pusat terpisahkan dari sang sultan, sebagai titik
pusat kesetiaan.kemudian asirtokrat turkishdan setelah 1579 M, juga pegawai
utama kehilangan kekuasaan mereka terrhadap elite militer aghast dari
janissary. Setelah itu gagal merebut Vienna (1683 M) untuk kedua kalinya,
dimulailah proses kemunduran panjang turki usmani bersamaan dengan periode
intelektual, industry dan pertumbuhan ekonomi yang semakin giat pada bangsa
eropa yang besarr. Seegera turki dikenl dengan “si sakit dari eropa”. Kekuatan eropa bertambah dominan. Otoritas
usmani berkurang Karena tuntutan nasionalisme local dari kalangan
eropa.Perkembangan kerajaan dari abad ke -18 dikelompokkan melalui usaha
menghadapi tantangan eropa dalam hal ekonomi, teknologi dan kebudayaan, melalui
kefleksibeltasan daerah ekonomi dan melalui reformasi dalam institusi kerajaan.
Periode tulip (pegawai damad Ibrahim, 1718-1730 M) mengungkapkan keterbukaan
terhadap eropa. Di tahun 1789 M seri reformasi dalam pemerintahaan dan
administrasi militer dimulai, reformasi yang tidak dapat menghentikan
ketergantungan politik dan ekonomi kepada
eropa dan kerajaan besar hancur berangsur-angsur. Di maroko pada abad ke-15,
dinasti baru arab sharifs (shurafa’, alid keturunan sang nabi) memperoleh
kejayaan dari konflik berkelanjutan dan mengatur perluasaan tanah kerajaan
terhadap daerah utara melalui kebijakan yang pandai dari sekutu dengan suku
suku maghrib tengah dan timur jatuh pada kerajaan turki usmani di pertengahan
abad. (Sulaiman,2015:274-275).
DAFTAR PUSTAKA
A.mughni,Syafiq, sejarah kebudayaan islam di turki,(Jakarta:Logos Wacana Ilmu,1997)
Sulaiman,Rusydi,pengantar metodologi studi sejarah peradaban islam,(Jakarta:PT
RajaGrafindo Persada,2015)
Yatim,Badri, sejarah peradaban islam,(Jakarta:PT RajaGrafindo Persada,2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar