log in

Login

Minggu, 01 November 2015



TURKI USMANI
Disusun Oleh: Andi Murdiyansah
Nim: 1511015

Pendiri kerajaan turki usmani adalah bangsa turki dari kabilah oghuz yang mendiami daerah mongol dan daerah utara negeri cina.dalam jangka waktu tiga abad, mereka pindah  keturkistan kemudian  ke Persia dan irak. Mereka masuk islam  sekitar abad kesembilan atau kesepuluh,ketika mereka menetap di asia tengah. Di bawah serangan mongol pada abad ke 13 M, mereka melarikan diri  ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah tengah saudara saudara mereka,orang orang turki saljuk, di dataran tinggi asia kecil, di pimpinan ertoghrul, mereka mengabdikan kepada sultan alauddin II, sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan bizantium. Atas berkat mereka sultan alauddin meraih kemenangan dan menghadiahkan sebidang tanah di asia kecil berbatasan dengan bizantium, sejak itu mereka terus mimbina wilayah barunya dan memilih kota syukud sebagai ibu kotanya(Yatim,2011:129). Ertoghrul mempunyai seorang putra yang bernama usman yang di perkirakan lahir tahun 1258. Nama usman diambil sebagai nama kerajaan  turki usmani. Ertoghrul meninggal pada tahun 1280. Usman ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin suku bangsa turki atas persetujuan sultan saljuk, merasa gembira karena pemimpin baru itu dapat meneruskankan kepemimpinannya pendahulunya. Sultan banyak memberi hak istimewa kepada usman dan mengangkatnya menjadi gubernur dengan gelar bey di belakang namanya. Usman juga di perbolehkan mencetak uang sendiri dan didoakan dalam khutbah jum’ah. Sebagian ahli menyebutkan bahwa usman anaknya sauji.  Sauji itulah anak erthogrol, sehingga usman bukan anaknya melainkan cucunya. Ia meninggal dalam perjalanan pulang sehabis memohon  kepada sultan saljuk atas perintah ayahnya, ertoghrol, untuk tiinggal menetap di wilayahnya. Permohonan itu dikabulkan oleh sultan. Makanya, erthogrol ketika menerima berita itu sedih bercampur gembira. Sedih karena anaknya meninggal, dan gembira Karena permohonannya untuk menetap diwilayahnya saljuk itu dikabulkan oleh sultan.(mughni, 1997:51-52).Usman memerintah antara tahun 1290 M dan 1326 M. pada tahun 1300 M, bangsa mongol menyerang kerajaan Seljuk  dan sultan alauddin terbunuh. Kerajaan Seljuk rum ini kemudian terpecah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas  daerah yang didudukinya. Sejak itu kerajaan usman dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya usman yang sering disebut juga usman I.Usman I mengumumkan dirinya sebagai padisyah al usman ( raja besar keluarga usman ) tahun 699 H (1300 M), setapak demi setapak wilayah yang di peluasnya. Ia menyerang  daerah perbatasan bizantium dan menaklukan kota broessa tahun 1317 M, kemudian, tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa pemerintahan orkhan (726H/1326 M – 761H/1359 M) kerajaan turki usmani ini dapat menaklukkan azmir (smirna) tahun 1327 M, thawasyanli (1330 M), Uskandaar (1338 M), Ankara (1354 M), dan Gallipoli (1356 M) daerah ini adalah sebagai benua eropa yang pertama kali duduki usmani. (Yatim, 2011: 130-131).Sultan muad naik tahta pada tahun  1359. Di samping meluaskan wilayah ke eropa, sultan yang baru juga menaklukkan wilayah di asia kecil sampai ke Ankara. Negeri –negeri bekas wilayah saljuk ditundukkan. Adrianopel di daratan eropa ditaklukkan pula. Kota itu dijadikan  ibu kota usmani dan diganti dengan Edirne karena letaknya yang strategis. Melihat kesuksesan  yang dilakukan oleh usmani itu, maka raja raja Kristen eropa memohon kepada paus  di roma untuk mengumpulkan pasukan guna menahan laju pasukan usmai. Tetapi pasukan sekutu dari eropa itu dapat dikalahkan oleh murad dengan serangan di malam gelap yag tidak terduga sebelumnya.Serangan yang menentukan  terjadi di kossovo tahun 1389. Pasukan slavia dan servia (serbia) dapat dipukil mundur dan dihancurkan oleh pasukan murad.Sultan bayazid naik tahta tahun 1389. Ia mendapat gelar yaldirin dan yaldrum, yang berarti kilat, karena terkenal dengan serangan serangan yang cepat terhadap lawannya. Di masanya terjadi perang  besar antara pasukan  usmani melawan tentara sekutu eropa yang dimenangkan oleh pasukan usmani. Bayazid tidak gentar menghadapi pasukan sekutu dibawah panjuran paus dan bahkan menghancurkan  pasukan salib. Pertempuran itu terjadi pada tahun 1396.(mughni, 1997:55).Negara yang dipimpin oleh Osman pendiri dinasti di akhir abad ke-13, pada awalnya hanyalah salah satu bagian terkecil dari pemerintahan Turkish darinanatolia. Militer berhasil dibalkam membuka  jalan kekuasaan di asiamkecil, penaklukan konstantinopel (1453 M) – berakhirnya kerajaan Byzantium – penaklukan Syria dan mesir (1516 - 1517) berakhirnya kekuasaan mamluk – adalah fase di mana usmani memunculkan kekuasaan di timur dekat, kekuasaan yang merangkum seluruh daerah arab klasik – kebudayaan islam. Hierarki kemampuan dan organisasi pemerintah dicontohkan pada penerus saljuk dan mamluk. Karakteristik institusi usmani termaksuk kasta kepemimpinan kaum elite ( Osman di bawah kepemimpinan dinasti usmani ), perawatan militer kaum elite melalui pembelian dan pengiriman budak (dari Balkan), administrasi provinsi berdasarkan pada berbagai macam bentuk kepemilikan tanah dan pajak peternakan, dan dengan ini meninggalkan pemikiran bahwa pemerintahan dan ummah adalah satu, disebut wahdah islamiyah.setelah puncak kekuasaan dimulai dengan manifestasi kejutaan  di dalam struktur bagian dala pemerintahan. Dari paruh kedua abad ke-16, perluasan kekuasaan pegawai utama membawa kepada kekuasaan pusat terpisahkan dari sang sultan, sebagai titik pusat kesetiaan.kemudian asirtokrat turkishdan setelah 1579 M, juga pegawai utama kehilangan kekuasaan mereka terrhadap elite militer aghast dari janissary. Setelah itu gagal merebut Vienna (1683 M) untuk kedua kalinya, dimulailah proses kemunduran panjang turki usmani bersamaan dengan periode intelektual, industry dan pertumbuhan ekonomi yang semakin giat pada bangsa eropa yang besarr. Seegera turki dikenl dengan “si sakit dari eropa”. Kekuatan eropa bertambah dominan. Otoritas usmani berkurang Karena tuntutan nasionalisme local dari kalangan eropa.Perkembangan kerajaan dari abad ke -18 dikelompokkan melalui usaha menghadapi tantangan eropa dalam hal ekonomi, teknologi dan kebudayaan, melalui kefleksibeltasan daerah ekonomi dan melalui reformasi dalam institusi kerajaan. Periode tulip (pegawai damad Ibrahim, 1718-1730 M) mengungkapkan keterbukaan terhadap eropa. Di tahun 1789 M seri reformasi dalam pemerintahaan dan administrasi militer dimulai, reformasi yang tidak dapat menghentikan ketergantungan politik  dan ekonomi kepada eropa dan kerajaan besar hancur berangsur-angsur. Di maroko pada abad ke-15, dinasti baru arab sharifs (shurafa’, alid keturunan sang nabi) memperoleh kejayaan dari konflik berkelanjutan dan mengatur perluasaan tanah kerajaan terhadap daerah utara melalui kebijakan yang pandai dari sekutu dengan suku suku maghrib tengah dan timur jatuh pada kerajaan turki usmani di pertengahan abad. (Sulaiman,2015:274-275).






















DAFTAR PUSTAKA

A.mughni,Syafiq, sejarah kebudayaan islam di turki,(Jakarta:Logos Wacana Ilmu,1997)
Sulaiman,Rusydi,pengantar metodologi studi sejarah peradaban islam,(Jakarta:PT RajaGrafindo Persada,2015)
Yatim,Badri, sejarah peradaban islam,(Jakarta:PT RajaGrafindo Persada,2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ANDI MURDIYANSAH , lahir di Desa Pebuar Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 16 Juni 1996. Anak keempat dari lima bersaudar...